Fic Shinichi x Ran pertama, baca ya! Btw ini oneshoot loh! Cerita yang tidak punya chapter.
Shinichi selesai latihan basket, ya... melelahkan sekali.. Tapi, kelelahan itu seketika hilang ketika disambut oleh sang pacar, Miyano Shiho (tenang dulu readers :v)
Shiho membawa Shinichi ke kelas, katanya ada sesuatu yang penting.
Betapa kagetnya Shinichi.. Shiho mau putus hanya demi cowok lain? (Emang kekurangan Shinichi apa sih?)
"Ini Naoto Kisaragi.(OC -ku) pacar baruku." Kata Shiho dengan nada Sombong.
Shinichi sangat terpukul, apa ini?
Tiba tiba terdengar suara gitar dengan melodi pelan, sangat menenangkan hati.
"Baiklah, terserah." Balas Shinichi cuek. Shiho mengira Shinichi akan marah, atau menyendiri. Tapi tidak, dugaannya salah. "Shin, tunggu.." terlambat, Shinichi sudah pergi.
"Memang kamu siapa? Bicara dengan aku? Perasaan tidak kenal." Shinichi mencari sumber suara itu. Shiho hanya penuh dengan penyesalan. Shinichi menemukan seorang gadis berambut hitam panjang, dengan buku musiknya, dan gitarnya, juga headphone.
Shinichi menghampirinya.
"Hn? Ada apa? Apa tidak bagus?" Tanya Gadis yang diketahui bernama Ran Mouri itu. "Tidak, aku hanya-eh... bagus kok bikin tenang hati." Puji Shinichi.
"Hihi, makasih ya!" Ran tersenyun manis,
'Manis sekali... aku, apa ini? Ah, tentu saja Jatuh Cinta, siapa yang mau dengan Shiho? Haha' batin Shinichi
"Aku pergi dulu ya.." ia pamit ke taman.
Keesokan harinya..
"Jadi, kalau mau cari FPB dari bilangan bilangan pakai faktorisasi prima, caranya begini..." pelajaran matematika, ya.. membosankan.
Untung bel segera berbunyi.
Shinichi dihampiri Shiho.
Bukannya ia sudah putus?
Dan Shinichi juga sudah punya perasaan ke orang lain.
"Sh-shin... tadi.. Naoto... sudah,.. punya pacar.." Shiho menangis "Balikan, ya, Shin? Maaf dong.."
"Hn? Aku sudah move on, Shiho. Salah sendiri kan? Baik baik kok malah minta putus." Ucap Shinichi meninggalkan Shiho dengan isakan isakannya.
Naoto tiba tiba lewat menggandeng pacarnya, Akako Koizumi (character Magic Kaito)
Menambah perih tangisan Shiho.
Shinichi pergi mencari Ran, gadis pujaan hatinya. Mungkin yang terakhir kali.
Kata orang, Ran gadis penyendiri. Ia biasa duduk di bawah pohon besar nan rindang di halaman belakang sekolah.
Kata orang benar. Dia ada disana.
"Hey?" Panggil Shinichi di keheningan, Ran terlihat menulis diary-nya.
"Au!! Ah-ada apa?" Sontak Ran kaget, ia berdiri, diarynya jatuh tanpa disadari.
"Hn? Sumimasen, apa aku mengagetkanmu?" Tanya Shinichi, walau ia sudah tahu.
"Ah.. ternyata kau. Tidak apa, kok. Hehe, aku pergi dulu, ya." Pamit Ran, tanpa mengambil diary-nya dulu.
Setelah Ran pergi, Shinichi menyadari Diary jatuh itu.
Ia membukannya.
Dear diary,
Tolong jaga rahasia ini baik baik, ya.
Tidak ada yang mengetahui ini selain kau.
Sesungguhnya, pria yang menghampiriku kemarin.. aku rasa dia orang baik. Entah kenapa, itu memikat hatiku, suaranya, geraknya, cara berjalannya... eh tunggu, apa yang terjadi? Tapi, aku akui, aku memang jatuh cinta. Aku kasihan dia diputuskan wanita sialan itu.
Aku lari ke taman mau menutupi wajah merahku, hihi. Jangan dia salah sangka, aku tidak bisa jadi temannya. Atau punya hubungan lain.
Cukup, ya. Maaf aku menggunakan halamanmu lagi. Hihi.
Jaga rahasia ini ya.
-Mouri Ran ^_^
Tiba tiba muncul ide di kepala Shinichi.
Ia menemukan cara untuk menyatakan Cinta.
Shinichi menulis di halaman berikutnya.
'Permainanmu bagus sekali, senyummu sangat indah. Apa kau punya pacar? Kau sempurnya dengan caramu sendiri, Ran. Terima kasig telah hadir dikehidupanku.
Will you be the mom of our child, Ran?
-Kudo Shinichi
Tiba tiba Ran kembali, tampaknya ia menyadari diary hilangnya.
"Ah! Diary-ku!! Apa kau membacanya?" Tanya Ran kaget.
"Aku tidak tahu," jawab Shinichi. Ran memeriksa buku itu..
Ketika itu, Shiho yang masih dengan isakannya diam diam menyusul, lalu berniat balikan, tapi ia terkejut Shinichi bersama Ran.
"Wanita sialan. Mencurinya dariku, heh?" Batin Shiho.
Ran membaca halaman berikutnya.
Setelah selesai, pipinya merona merah.
"Play me a song, Ran." Kata Shinichi.
Ran tersenyum, senyum itu khusus untuk Shinichi. Tidak pernah memberinya ke orang lain, kecuali keluarganya bersama Shinichi, nanti.
Ran mulai memainkan gitarnya, Shiho yang sudah geram menghampiri mereka.
"Hoi, ini pacarku. Hati hati dong." Ujar Shiho marah.
"Kita putus, Shiho. Kamu sendiri yang minta, itu juga salah kamu sendiri." Kata Shinichi. "Dan gadis ini yang akan jadi ibu dari anak anakku dan anaknya." Tambah Shinichi semakin membuat Shiho patah hati.
"Apa tadi yang kau bilang pada Ran? Hmm.. oh ya, Ini pacarku, hati hati dong" kata Shinichi dengan nada menekan di kalimat "ini pacarku, hati hati dong."
Shiho pergi menyendiri menangis.
"Abaikan saja dia," kata Shinichi, "Sampai dimana tadi?" Lagi lagi Ran memberikan senyum terbaiknya
Mereka berbahagia, sangat berbahagia. Pada haru pernikahan saat berusia 19 tahun, mereka menikah.
Tamat.
Maaf kalau gaje yaks?
The Story Of My Life
Kamis, 25 Agustus 2016
Rabu, 24 Agustus 2016
Dewi Surga-A Fantasy Story
Hai, guys! Pertama kali bikin fantasy story, maklumin aja kalau banyak salah salahnya ya!
Seorang gadis bernama "Emma Aura Nafeesa" sedang berjalan pulang sekolah.
Seorang gadis bernama "Emma Aura Nafeesa" sedang berjalan pulang sekolah.
'Emma Aura, maaf atas ketidaknyamanan ini.'
Kata sebuah suara tiba tiba,
Emma's Pov
Apa ini? Suara apa itu? Aku mencari sekelilingku apa ada yang aneh.
Aku menemukan sebuah rumah putih bersih, yang konon ditinggali oleh bidadari surga.
"S-siapa itu?"
'Tutuplah matamu,' jawab suara itu manis.
Aku menutup mataku.
Seketika aku tidak berada didepan rumah itu lagi, aku berada di alam lain.. apa ini?
"Maaf kalau anda kaget, tapi anda terpilih sebagai pengganti saya, sebagai Dewi Surga. Inilah surga, iya. Ini berarti anda sudah meninggal. Maaf. Penyebab kematian anda adalah shock berat setelah panggilan saya. Itu wajib dilakukan oleh setiap dewi yang ingin memilih penggantinya." Kata seseorang yang mengaku sebagai seorang 'mantan' dewi, aku sungguh terpaku. "Aku?" "Kenapa aku?" Aku sungguh bingung, mengapa bukan orang yang lebih baik dariku? Ada, kan?
"Anda adalah gadis yang terpilih oleh bola ini," ucapnya menunjukkan sebuah bola ungu muda dengan hiasan emas.
"Bila nanti anda juga diangkat oleh yang maha kuasa untuk menjadi seorang malaikat surga, maka kunjungilah bola ini. Lihatlah siapa yang terpilih," sambungnya.
"Bila nanti anda juga diangkat oleh yang maha kuasa untuk menjadi seorang malaikat surga, maka kunjungilah bola ini. Lihatlah siapa yang terpilih," sambungnya.
"Itu berarti aku akan segera diangkat menjadi seorang malaikat surga, orang yang menghuni surga, menyambut penghuni surga yang baru, dll."
"Tugasmu adalah menemui orang orang di bumi yang ingin masuk surga, ajukanlah beberapa syarat yang akan diberikan yang maha kuasa, tapi, kalau ia tak mau melaksanakan syarat syarat itu, maka ia tetap bisa masuk surga, tapi ia hanya tinggal selama 1 jam saja, lalu orang yang paling ia benci akan menemuinya segera." Jelas sang Malaikat panjang lebar.
Ia hendak pergi, tapi aku ingin menanyakan suatu hal.
"Tunggu.." seruku,
"Hn? Ada apa?" "Oh ya, pakaianmu." Ia membuat seragam sekolahku menjadi pakaian yang sama sepertu para dewi dan malaikat gunakan.
"Terima kasih, ini sangat indah. Tapi, bukan ini maksudku. Aku tahu ini wajib dipakai, tapi maksudku adalah menanyakan namamu." "Tapi gaun ini tetap untukku, ya!" Sambungku ceria.
Ia terkekeh, "namaku Almirah Almaira, nama asliku Vanessa Willy, nanti kau akan diberi nama khusus juga."
Bersambung...
Gimana? Maaf kalau gaje dan banyak typo-nya, ya!
Jangan lupa kritiknya, dan saran.
Makasih udah mau baca!
Langganan:
Postingan (Atom)